Brunei, Negara Kecil Penuh Berkah

36 comments
Brunei, Negara Kecil Penuh Berkah - Perjalan kali ini saya memilih Brunai Darussalam sebagai tujuan saya, saya tertarik dengan Negara ini yang Pemerintahannya berupa kesultanan dan menerapkan sistem Absolut Monarki. Selain itu Brunei merupakan negara yang sangat kaya, dengan pendapatan perkapita rakyatnya menempati urutan terbesar ke-5 di dunia dan tentunya hal ini tidak lepas dari negara nya yang kaya raya yang sumber utama kekayaannya berasal dari minyak bumi, hal ini juga tentu saja ditambah pengelolaan yang benar dari pemerintah dan ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat serta hajat hidup orang banyak, wah jika kalian sempat datang kesini bakal merasakan betapa berkahnya negeri ini. 

Perjalanan ke Brunei 


Brunei, Negara Kecil Penuh Berkah
Brunei, Negara Kecil Penuh Berkah

Bagi saya perjalanan kali ini sangat istimewa, selain dilakukan dengan solo backpacker, perjalanan ini juga dilakukan ketika pergantian tahun dari 2016 ke 2017 dan ini juga berbeda dengan perjalanan sebelumnya yang jika ke luar negeri harus menggunakan pesawat terbang, namun kali ini saya memilih menggunakan bus, yap selain ongkos jauh lebih hemat, hal ini juga dikarenakan mumpung saya ditugaskan oleh perusahaan tempat saya bekerja di Pontianak. Dari Pontianak ada bus yang melayani perjalanan darat Pontianak-Brunei Darussalam PP dengan Ongkos Rp 750.000, kita bisa memilih menggunakan bus Damri Milik Pemerintah Indonesia atau dengan bus SJS milik swasta Indonesia, ada yang tau kenapa bus Indonesia mau beroprasi dari Pontianak ke Brunei PP setiap hari? Ya.. alasannya tak lain dan tak bukan karena banyaknya arus/gelombang TKI dari Indonesia ke Brunei, cukup miris sih soalnya TKI nya bukan TKI yang punya skill namun TKI tanpa skill yang ujung-ujungnya hanya menjadi pekerja kasar atau pembantu toko dan rumahtangga.


Balik lagi ke perjalanan saya ke Brunei, dari Pontianak saya berangkat jam 8 pagi melalui terminal Antar Negara Ambawang dengan bus SJS dengan biaya Rp 750.000,- bagi saya ini adalah tarif bus termahal yang pernah saya naiki, dan kondisi di dalam bus biasa aja.  Perjalanan kita lakukan melalui darat melewati Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat dan masuk melalui batas antar Negara Indonesia – Malaysia yang dikenal dengan Border Entikong, temen-temen jangan kira perjalanan dari Pontianak ke Entikong mulus, lumayan parah, bahkan berkilometer tanpa aspal khusunya di daerah sanggau. Namun berita baiknya untuk Border Indonesia sudah mengalami renovasi dari sebelumnya dan jika saya bandingkan dengan Border Malaysia dan Brunei Border Indonesia yang paling keren... yeeeeee.

Perjalanan kita lanjutkanke Brunei melewati Jalur pinggiran Malaysia, Sarawak Khusunya, tapi kita tidak masuk ke Kota Kuching, kita dari jalur yang berbeda. Tepat pukul 6.00 pagi Waktu Brunei kita sudah tiba di Border Brunei untuk melakukan pengecapan paspor dan Introgasi serta pemeriksaan bawaan. Biasanya yang ditanya seputar ngapain ke brunei? berapa lama? ada uang tunjuk? Berapa banyak?... eiitssss uang tunjuk ? ada yang tau apa itu uang tunjuk? nah kalau kita ke Brunei dengan alasan wisata/travelling biasanya petugas imigrasi mau lihat berapa banyak uang yang kita miliki, mereka khawatir kita jadi gelandangan atau TKI yang bisa menyusahkan negaranya, menurut supir bus minimal uang tunjuk DB 300, atau setara Rp 3 jt an. Alhamdulillah saya bisa lewat dengan bahagia.

Saya beserta bus SJS yang saya tumpangi (yang isinya TKI kecuali saya) tiba di Bandar Sri Bengawan Brunei Darussalam sekitar pukul 9.30 waktu Brunei, kemudian hal pertama saya lakukan adalah mencari hotel/ tempat untuk menginap tujuannya adalah agar backpack saya bisa disimpan di penginapan jadi lebih ringan berjalan kemana-mana terlebih jika pulang kemalaman sudah ada tempat untuk menginap.

Seperti yang sudah saya googling sebelumnya ketika di Indonesia saya memiliki 2 opsi penginapan dengan key message "Penginapan ala Backpacker " yaitu Pusat Belia Youth Hostel yang terletak dekat dengan pasar Kianggeh di Jl. Kianggeh dengan harga 10-15 BND namun sayangnya ketika saya sampai penginapan inis edang tutup s.d 31 Desember 2016. Tanpa pikir panjang saya mencari penginapan ke 2  yang menurut informasi yang saya dapatkan berada di depan Hotel Brunei artinya di pusat kota ada penginapan murah namanya K.H Soon Service and Resthouse, dari pusat perhentian bus ke Pusat Belia Youth Hostel s.d ke K.H. Soon Resthouse saya lalui dengan berjalan, untungnya sudah terlatih berlari ditengah kota ber kilo-kilo meter, jadi jarak segitumah sikat abis.

Sampai di Brunei 


Alhamdulillah sesampainya di penginapan ke2  masi ada kamar yang kosong, lebih tepatnya bad yang kosong karena saya mengambil tipe Dorm bukan kamar, maklum saja Dorm harganya paling murah cocok buat backpacker ngirit seperti saya cuma 20 BND  atau setara  Rp 180.000 rb an walaupun sudah ada perubahan tarif dari sebelumnya hanya 15 BND, Alhamdulillah.


KH. Soon Resthouse Brunei tepat nya di Lt. 3 cocok untuk backpacker terletak di pusat kota Lokasinya di depan Hotel Brunei  Harga paling murah Dorm 20 BND
KH. Soon Resthouse Brunei tepat nya di Lt. 3 cocok untuk backpacker terletak di pusat kota
Lokasinya di depan Hotel Brunei
Harga paling murah Dorm 20 BND


Penginapan sudah, langsung mandi , langsung gas city tour pusat kota Bandar Sri Bengawan dan inis aya lakukan di tengah trik matahari siang brunei dengan berjalan kaki, OMG panas banget, tapi jujur kali ini saya tidak perduli dengan kulit yang menghitam wong aslinya juga udah hitam, hitam manis tepatnya. Perjalanan saya mulai dengan mengunjungi Kianggeh Open Air Market dilanjutkan ke Brunei Arts and Handcraft Training Centre lalu ke Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien sambil sholat zuhur. Setelah zuhur saya lanjutkan perjalanan dengan menjalani setapak demi setapak Bandar Sri Begawan  dan menyinggahi Pusat sejarah dan kebudayaan Brunei Darussalam setelah selesai melihat-lihat , kemudian saya mencari bus untuk tujuan Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah yang merupakan masjid terbesar di Brunei. Masjid ini memiliki 29 kubah emas dan dibangun untuk memperingati 25 tahun pemerintahan Sultan Bolkiah Hassani di Brunei. Saya naik dengan nomor bus 01 dan sekedar informasi bus di Brunei mematok tarif 1 BND untuk semua jarak, dekat ataupun jauh tapi kalau sudah turun bus dan naik lagi ya bayar lagi. 

Bus di brunei atau sering disebut disebut Bas memiliki warna yang berbeda-beda tergantung dari arahnya apakah lintas timur, selatan datau arah lainnya, dan jalur busnya di tentukand ari no bus nya. Jangan khawatir klarena biasanya di setiap terminal bus akan di pasang jalur lintas bus. Satu hal juga yang membuat saya tertarik adalah bus di brunei 90% nya dinaiki oleh turis atau tenaga kerja asing (umumnya Indonesia-India) bahkan supirnya juga kalau bukan orang Indonesia ya orang India, Sultan Brunei memberikan kemudahan kepada rakyat Brunei untuk memiliki kendaraan khusunya mobil namun tetap mempertahankan transportasi umum yang menurut hemat saya kebijakan transportasi umum ini sangat membantu para turis, dan tenaga kerja asing.

Sesampainya di Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, saya sempatkan untuk mencicipi sholat asar berjamaah di masjid ini, dan seperti ekspektasi saya masjid ini benar-benar megah dan adem banget. Setelah sholat asar  dikarenakan kondisi kepala yang mulai dangdutan saya putuskan untuk balik ke resthouse dengan bus. Kebetulan resthouse saya berdekatan dengan terminal induk bus hanya  Istana ini punya 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Selain itu, ada pula aula yang bisa menampung hingga 5.000 tamu dan sebuah masjid yang bisa menampung 1.500 jamaah.



Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah  Masjid terbesar di Brunei Darussalam dengan 29 Kubah Emas dapat diakses denngan bus no 01 dari terminal Kianggeh
Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah
Masjid terbesar di Brunei Darussalam dengan 29 Kubah Emas dapat diakses denngan bus no 01 dari terminal Kianggeh 


Istana Nurul Iman juga memiliki garasi yang memuat 110 mobil, ruangan untuk 200 kuda poni sang sultan dan 5 kolam renang. Setidaknya ada 165 mobil Rolls Royces yang ada di garasinya. Wah!

Dalam total, istana ini memiliki luas 200.000 meter persegi, berdasarkan luas lantai. Karena luas dan banyaknya ruangan di sini, dibutuhkan 564 tempat lilin, 51.000 bohlam lampu, 44 tangga dan 18 tangga jalan
sekitar 300 m, dan dekat dengan warung Indonesia (saya sebut warung Indonesia karena penjualnya pakai  bahasa jawa dan pelanggannya semua orang Indonesia, TKI tentunya).

Sejujurnya malam ini adalah malam tahun baru masehi 2017. Biasanya dinegara lain khusunya Indonesia tahun baru dirayakan dengan penuh kemeriahan mulai dari petasan dimana-mana, aksi konvoi di jalanan bahkan tidak sedikit orang yang menjadikannya sebagai ajang maksiat (kultum dikit). Namun hal berbeda dan unik ditunjukan oleh Brunei, Negara dan mayoritas masyarkat Brunei memilih menghabiskan malam pergantian tahun baru masehi dengan bercengkaraman bersama keluarga, 31 Desember 2016 saya coba untuk sholat magrib di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien (Icon Brunei)   namun terlihat suasananya biasa saja, tidak ada yang istimewa, kemudian saya sempatkan sedikit berjalan kaki mengelilingi Bandar Sri Begawan, juga suasananya biasa saja, lalu saya kembali ke resthouse dan menuju tengah malam dari jendela lt. 3 resthouse saya melihat-lihat apakah ada aktivitas perayaan tahun baru, dan hasilnya Brunei sepi senyap, begitulah cara Negara Brunei menghabiskan akhir tahun dan menyambut tahun yang baru, saya berfikir dalam menjalani pergantian tahun mungkin mereka lebih memilih dengan cara berdoa, muhasabah dan bersyukur. Berkahnya Negeri ini.

Minggu 1 Januari 2017 jam 7 pagi saya langsung bergegas menuju terminal Kianggeh untuk mengeksekusi semua plan yang tersusun di kepala, dan destinasi pertama yang saya pilih adalah National Stadion atau Stadium Negara Hassanal Bolkiah dengan menaiki bus No. 36 warna biru. Sesampainya disana eng ing eng ing eng .... Sepi. Jika saya bandingkan pagi hari di jam yang sama di stadion GBK bahkan stadion SSA Pontianak, Nasional Stadion Brunei jauh lebih sepi, namun alhamdulillah di tengah kebingungan saya untuk mencari transportasi menuju Bandar Sri Begawan di karenakan pada hari minggu banyak jalan di Brunei yang ditutup untuk bus s.d jam 10 pagi. 

Didalam kegundahan dan kebingungan saya dipertemukan dengan sebut saja namanya bang Amer (nama Instagram) warga negara Brunei, awalnya saya bertanya lokasi bus stop tapi karena kebaikan hatinya saya mau diantar sampai ke resthouse dan boleh request pulak, sebelum ke resthouse saya diantar mengelilingi bandar sri begawan di pagi hari dengan mobilnya, kemudian singgah di Istana Nurul Iman yaitu Pusat pemerintahan dan kerajaan sekaligus tempat tinggal raja Brunei yang baik hati (hampir semua warga Brunei sepakat, saya juga sepakat, kalau tidak baik hati mana mau Sultan Brunei menyediakan bus yang 90 % nya ditumpangi oleh tenaga kerja asing bahkan dipekerjakan).

Sekedar informasi setiap hari raya Syawal/ hari raya Idul Fitri Sultan membuka Istana untuk dikunjungi oleh semua rakyatnya bahkan tenaga kerja asing, semua orang bisa masuk ke Istana, bertemu dengan raja dan mendapatkan mekanan gratis dan acara ini berlangsung selama 3 hari. 


Brunei Tourism Map Sangat membantu karena dilengkapi dengan jalur bus, kuliner dan  informasi lainnya Bisa diambil di Lt. 2 KH.Soon resthouse
Brunei Tourism Map
Sangat membantu karena dilengkapi dengan jalur bus, kuliner dan  informasi lainnya
Bisa diambil di Lt. 2 KH.Soon resthouse 

Menurut Guiness Book of Record Istana Nurul Iman Brunei Darussalam menempati urutan pertama sebagai Istana terbesar di Dunia, Istana ini punya 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Selain itu, ada pula aula yang bisa menampung hingga 5.000 tamu dan sebuah masjid yang bisa menampung 1.500 jamaah. Istana Nurul Iman juga memiliki garasi yang memuat 110 mobil, ruangan untuk 200 kuda poni sang sultan dan 5 kolam renang. Setidaknya ada 165 mobil Rolls Royces yang ada di garasinya. Istana ini punya 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Selain itu, ada pula aula yang bisa menampung hingga 5.000 tamu dan sebuah masjid yang bisa menampung 1.500 jamaah.

Istana Nurul Iman juga memiliki garasi yang memuat 110 mobil, ruangan untuk 200 kuda poni sang sultan dan 5 kolam renang. Setidaknya ada 165 mobil Rolls Royces yang ada di garasinya. Wah!

Dalam total, istana ini memiliki luas 200.000 meter persegi, berdasarkan luas lantai. Karena luas dan banyaknya ruangan di sini, dibutuhkan 564 tempat lilin, 51.000 bohlam lampu, 44 tangga dan 18 tangga jalan

Dalam total, istana ini memiliki luas 200.000 meter persegi, berdasarkan luas lantai. Karena luas dan banyaknya ruangan di sini, dibutuhkan 564 tempat lilin, 51.000 bohlam lampu, 44 tangga dan 18 tangga jalan,  wah Brunei dan Sultan memang kaya maka sangat patut kita sematkan sebagai Muslim Kuat.

Setelah dari Istana Nurul iman saya melanjutkan perjalanan ke pusat Bandar untuk menaiki kapal speed dan mengunjungi Kampung Anyer. Kampung Anyer berdiri diatas sungai Brunei dan dikenal sebagai desa air terbesar di dunia, bahkan beberapa orang menyebutnya sebagai ‘Venesia dari Timur’. Tempat ini adalah rumah bagi 40.000 warga yang mewakili 10 % dari total penduduk Brunei, bahkan dikampung ini terdapat berbagai jenis rumah, sekolah, layanan darurat sampai dengan markas pemadam kebakaran, satelit bahkan wifi, jangan heran kalau kampung ini jauh dari kata kumuh, for me its amazing village

Setelah  berjalan menyusuri kampung Anyer saya kembali menaiki speed boat  menuju Jembatan yang sedang dibangun yang menghubungkan Brunei dengan Malaysia, setelah itu saya kembali naik speed boat menuju terminal Kianggeh untuk mengambil bus menuju Museum Brunei, Museum Teknologi dan museum Maritim Brunei, sayangnya museum Brunei sedang tutup jadi hanya bisa mengunjungi museum Teknologi dan Museum Maritim.


Speed Boat penyebrangan menuju Kampong Anyer 1 BND = Rp 9500. Untuk mengelilingi kampung selama 40 menitan 10 BND
Speed Boat penyebrangan menuju Kampong Anyer 1 BND = Rp 9500.
Untuk mengelilingi kampung selama 40 menitan 10 BND

Tarif speed boat hanya 1 BND untuk menyebrang namun untuk berwisata mengelilingi Kampong Anyer dengan durasi 40 menitan sekitar 10 BND.

Suasana di Bus / angkutan umum no. 01 lintas timur. Tiket hanya 1 BND
Suasana di Bus / angkutan umum no. 01 lintas timur.
Tiket hanya 1 BND 


Dari museum saya kembali ke Terminal Kianggeh dan membeli tiket pulang dengan Bus Damri seharga 80 BND atau setara Rp 750.000,-  bus akan jalan pukul 15.00 waktu Brunei sedangkan saat itu masi pukul 11.30 waktu Brunei, sebelum anggap saja sebagai salam perpisahan saya tunaikan zuhur saya di masjid Sultan Omar Ali Saifuddin kemudian sambil menunggu bus berangkat saya mencicil tulisan ini sambil nongkrong di pendopo upacara Brunei Darussalam sambil menikmati nasi Khatok favorit Tenaga Kerja Asing dan backpacker karena harganya Cuma 1 BND sudah pakai ayam, alhamdulillah murah meriah berkah. Tepat jam 15.00 waktu Brunei Bus Damri kita berangkat dari Brunei bertolak ke Indonesia melewati Sarawak Malaysia dan tiba di Indonesia keesokan harinya tepatnya di Terminal Antar Negara Ambawang pukul 14.00 WIB. Alhamdulillah.  

Kegiatan ini memerlukan dana yang lumayan untuk seorang kariawan, solusi untuk mengimpulkan dana pertama estimasikan terlebih dahulu berapa biaya yang akan kita keluarkan unuk perjalanan ini. Kemudian mulailah menabung. Dizaman modren seperti saat ini sudah tidak lagi menabung dengan menggunakan celengan atau di taruh dibawah bantal. Alangkah lebih baiknya kita menabung di bank saja. Mungkin salah satu pilihan terbaik Bank adalah Bank SUMUT. Ini adalah estimasi perjalanan kemarin semoga bermanfaat.

Tiket Pontianak-Brunei dengan Bus SJS                  Rp 750.000
Tiket Brunei-Pontianak dengan Bus Damri              Rp 750.000
Dorm/ resthouse                                                        Rp 180.000
Tiket Speed Boat                                                       Rp 30.000
Tiket Bus selama di Brunei                                       Rp  60.000
Makan selama di perjalanan PP dan di Brunei         Rp 230.000  

Total Budget                                                            Rp 2.000.000,-

Terminal Antar Negara Ambawang Kalimantan Barat
Terminal Antar Negara Ambawang
Kalimantan Barat


Cerita ini didukung oleh Bank Sumut #ayokebanksumut #banknyaorangsumut

Penulis : Vicky Yogha Sinulingga  @sinulingga_vicky

36 komentar

  1. WOYOOOO, 2JT belum termasuk medan kalimantan kalo mau via darat hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi cemana caranya biar ke kalimantan gak pake duit?

      Hapus
    2. tadi aku kepikiran gitu juga, langsung dari Medan aja kita berangkat, atau ke Pontianak dulu biar cost nya sama 2 jeti juga

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya akk biar nggak terlantar di negeri seberang :D

      Hapus
  3. Lumayan murah ya gan total harga nya 😊

    BalasHapus
  4. wah keren solo backpackernya udh nyebrang negara, sukses terus gan perjalanannya, dan jaga selalu kesehatan.

    BalasHapus
  5. Pasti asik nih perjalanannya, jadi pengen gue wkwk

    BalasHapus
  6. Aku tuh pernah kepikiran mau ke Brunei.
    Browsing informasinya juga.
    Mesjid nya disana banyak yang bagus-bagus yah.

    BalasHapus
  7. Kapan ya, bisa nyusul kesana?

    BalasHapus
  8. Asik juga traveling ke Brunei ya. Kabarnya di sana biaya hidup per harinya lumayan mahal, tapi boleh juga jadi salah satu wishlist ku untuk ngetrip :).

    mollyta.com

    BalasHapus
  9. sy baru tau trnya ada bus damri dari pontianak ke Brunia, ongkosnya terbilang murah jg ya gan 750 rb.

    BalasHapus
  10. kalo 750 ribu ongkosnya mending naik pesawat :D

    BalasHapus
  11. waha syiknya ay, kapan aku bisa ke sana ya

    BalasHapus
  12. Wew. Saya baru tahu Damri ternyata ada bus jurusan Pontianak - Brunei Darussalam. Lama perjalanan berapa jam, Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kmarin Pontianak - Brunei 26 jam,, pulangnya 24 jam an.

      Hapus
  13. baru tahu juga nih kalau ada BUS Damri dari Pontianak, heeee ...
    boleh juga nih main ke Brunei

    BalasHapus
  14. Dulu pernah kepikiran buat apply beasiswa ke Brunei. Cuman karena udah lulus di GMF jadi gak jadi, bang. Semoga Nikmal ada rezeki buat ke Brunei juga, Aamiin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. GMF kalau dah kerja kan dapat tiket pp ke mana pun seluruh dunia nantinya sekali setahun (kalau nggak salah)

      Hapus
  15. Perjalanan nya seru kayak nya tuh. Jadi pengen ke brunei nih gan

    BalasHapus
  16. Thanks bgt infonya
    Dr kmrn2 emg udh pgn bgt ke Brunei terutama wisata religi nya yg Masya Allah
    Jd gk sabar nih

    BalasHapus