Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim

7 comments
Kali Tim Majusatulangkah.com jalan-jalan dan ngereview Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim meriah loh, langsung aja ini kisahnya.

Perjalanan Surabaya-Lombok


Dalam kesibukan rutinitas pekerjaan dan dekapan kos ukuran 3 * 3 meter  bertepatan dua minggu setelah saya di rotasi dari Pontianak ke Surabaya teringat sebuah target lama, mimpi lama untuk menjelajahi salah satu tempat terbaik di Indonesia bahkan tahun 2016 Trip Advisor menetapkan destinasi ini sebagai wisata Halal No. 1 Dunia dan Lombok adalah jawabannya.
Komitmen saya dari awal pergi melalui jalur darat dan laut kemudian kembali dengan udara hal ini di karenakan saya harus menyimpan energi untuk rutinitas pekerjaan esok.

 kursi Kreta Ekonomi Surabaya-Banyuwangi
 Penampkan kursi Kreta Ekonomi Surabaya-Banyuwangi


Memulai perjalanan dari stasiun Gubeng lama Surabaya dengan tiket ekonomi di tambah saya mengunnakan kupon dari pegipegi.com  saya hanya mengeluarkan Rp 35.000,- an untuk perjalanan sekitar 6 jam dari surabaya-Banyuwangi. Setelah perjalanan yang panjang dan pastinya melelahkan akhirnya sampailah di stasiun Banyuwangi baru.
 
Dari stasiu Banyuwangi baru saya melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Ketapang yang ternyata jaraknya sangat dekat paling berjalan kaki hanya sekitar 5 menitan pokoknya dekat banget lah tapi kalau temen-temen mau naik ojek dari stasiun ke pelabuhan juga boleh lah hanya membayar Rp 10.000,- itung-itung sedekah ke tukang ojek. Dari Pelabuhan saya langsung ke loket untuk beli tiket penyebrangan hanya sekitar Rp 6.000,- karena penyebrangan dari banyuwangi ke pelabuhan Gilimanuk Bali hanya sebentar. Dan akhirnya sampailah saya di pelabuhan Gilimanuk tapi jangan senang dulu karena perjalanan masih sangat panjang, kemudian perjalanan saya lanjutkan dengan bus dari pelabuhan Gilimanuk ke Terminal Ubung dengan bus dengan biaya Rp 40.000,- dengan durasi sekitar 3 jam an perjalanan.

Saya sampai di terminal Ubung sudah malam hari dan hampir tidak ada bus yang bisa melayani perjalanan ke pelabuhan Padangbai (pelabuhan yang melayani penyebrangan Bali-Lombok) namun seperti kata pepatah rezeki tidak akan lari kema. kebetulan saya memiliki teman yang sedang tugas di Balidan beliau bersedia mengantarkan saya dari Denpasar ke Pelabuhan Padangbai. Sekitar pukul 01.00 tengah malam saya sampai di Pelabuhan Padangbai untuk melanjutkan perjalanan dengan kapal laut sekitar 5 jam menuju pelabuhan Lembar Lombok dengan biaya sekitar Rp 45.000,-  dan akhirnya tibalah saya di pelabuhan Lembar menandakan saya telah sampai di pulau Lombok. Sepanjang keluar dari kapal wajah saya tersenyum menandakan betapa bahagia dan bersyukurnya saya bisa sampai di Lombok yang merupakan satu dari sekian banyak cita-cita saya. Alhamdulillah.  


Kejutan Yang Maha Esa


Saya belum tau akan tinggal dimana, saya belum tau bagaimana cara saya meng explore Lombok yang saya tau saya hanya punya satu teman perempuan yang sedang tugas di Lombok dan saya harus maksimalkan. Turun dari kapal menuju gedung pelabuhan Lembar dari kejauhan saya melihat seseorang sepertinya saya kenal, dengan berseragam pegawai Dinas Perhubungan dia juga melihat saya. 

Jarak kami semakin dekat dan saya pun mempercepat  langkah saya, dengan suara setengah di tahan pegawai dishub menyebut nama saya “ vicky ? “ saya juga menyebut namanya “ wahyu?” tapi kami bukan cinlok kayak di tipi-tipi kami laki-laki kami normal wahahaha dan tau apa yang terlintas pertama dalam fikiran liar saya ?  “alhamdulillah malam ini tidur aman”  setelah ngobrol sana-sini  wahyu mengeluarkan sebuah kata-kata surga “tidur di kontrakan aku aja“ bagi saya tawaran Wahyu ibarat kita berbuka puasa di hari terakhir Puasa Ramadhan plooong rasanya, tanpa basa basi dengan ikhlas (lah) saya terima tawaran Wahyu. Alhamdulillah rezeki anak sholeh wal ganteng.  

Perjalanan ke Lombok Murah
Sayadan Wahyu (baju dinas) di Pelabuhan Lembar Lombok


Perjalanan hari pertama di Lombok saya mulai dengan sarapan nasi khas Lombok kemudian ke Dusun Sasak Sade, Pantai Kute Lombok, city tour Mataram, menikmati pemandangan lombok dari bukit Astari Resto  dan diakhiri dengan menikmati sunset di Bukit marise (sebenernya banyak lagi sih tapi lupa nama-namanya). Semua perjalanan  di hari pertama ini di bantu Yuchita. (dalam hati pembaca) “perasaan dari tadi gak ada bahas nama Yuchita lah, kok mendadak nongol nama Yuchita ? eiiits (mendadak kayak di pilem-pilem alur mundur) zzzzzttttt, nah jadi di pelabuhan saya di jemput Yuchita temen satu kantor tapi beda penempatan  sebenernya sih kita selama ini sekedar kenal dan gak akrab tapi saya nya aja sok-sok kenal sok sok akrab dan pakek mintak tolong bantuin di Lombok lagi dan alhamdulillah jadi akrab beneran dan jadilah hari pertama saya diajak keliling Lombok, alhamdulillah rezeki anak sholeh.


Desa Sasak Sade
Pantai Kute Lombok
Menikmati Pantai Kute Lombok

Bukit Marise
view Lombok dari Astari Resto

Hari ke-2

Nah kebetulan hari ini 15 April 2017 si Wahyu sedang off (bukan cabut ya), dan babang Wahyu ini dengan baik hatinya mau nganterin saya jalan ke destinasi lain di sekitaran Pulau Lombok dan berangkatlah kita ke Sembalun kaki gunung Rinjani. Karena satu dan lain hal kita sih berangkatnya agak kesiangan tapi ah sudahlah kita jalan aja tapi eiiits kayaknya bener sepertinya hari ini kita kurang lucky soalnya di perjalanan kita sempat berhanti beberapa kali dikarenakan di Lombok sedang ada kejuaraan sepeda Internasional Tour The Lombok  yang jalurnya dari kota Mataram sampai ke arah Sembalun.  sepanjang jalan banyak pak Polisi dan pak Tentara di dampingi ratusan bocah SD yang menyambut para pembalap sepeda dari berbagai Negara dan tak jarang pak Polisi dengan mobil patwal nya mondar mandir sambil teriak-teriak “Bapak Ibu mohon kepinggir , mohon jalan di sterilkan karena pembalap akan melewati rute ini “ eh padahal sampai hampir 30 menit pembalapnya gak lewat-lewat, dan sampai persimpangan menuju naik ke atas sembalun  motor kita kembali di hentikan, kalau pun mau lewat nanti setelah pembalap terakhir lewat dan kita harus di belakang mereka “waduh ya gak mungkin lah ini aja udah lewat zuhur, lah jam brapa lagi mau nyamapi sembalun” dan setelah diskusi gak panjang dengan om Wahyu akhirnya kita ubah rute perjalanan kita menuju air terjun yang arahnya berlawanan dengan Sembalun.

Engingeng … setelah beberapa jam sampailah kita di air terjun Kelambu dan tetangganya air terjun kelambu (lupa namanya) gimana pemandangannya ? pokok nya mantap kali lah kurasa apalagi aernya dingin kali bah (tiba-tiba logat medan), sebenernya pengen banget mandi tapi ah gak jadi lah cuma cuci mukak sama basah-basah kaki aja trus kita balik  dan menikmati malamnya kota Mataram  dan diakhiri dengan menikmati ayam Taliwang ah… rasanya saya menikmati setiap detik hidup ini Alhamdulillah .

Air Terjun Kelambu



Hari ke-3

Ekspedisi kali ini Wahyu gak ikut alasanya ya karena dianya masuk kerja tapi untunya kita udah sewa sepeda motor buat jalan saya di hari ke-3, lagi lagi saya mau bilang alhamdulillah karena biasanya di Lombok pasaran sewa motor per hari 65-100 rebu tapi berkat bantun om Wahyu saya cuma bayar 50 rebu men… pokoknya alhamdulillah lah motor ini bisa murah karena kita sewanya di sebuah hotel yang pernah di gunakan oleh kantor dan tamunya om Wahyu buat nginap, sebenernya sih saya gak boleh sewa karena yang sewa harus tamu hotel tapi berkat lobi-lobi om Wahyu (kayaknya dia terbiasa gombal cewek lah wkwkwk bercanda bro) akhirnya boleh di sewain deh. 

Esoknya Jam 5.30 WIT  saya sendirian sudah bergegas memacu motor ke arah pantai Senggigi dengan harapan bisa melihat sunrise pagi ini tapi bukan itu tujuan utamanya karena tujuan saya adalah Gili Trawangan maklum lah kejar kapal pagi.  Dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan dengan speedboat muatan sekitar 20-30 orang memerlukan waktu 45 menit dengan tiket seharga Rp 10.000,-/ orang  (lumayan murah lah ) trus ngapain disana ? apalagi sendiri ?

Di Gili Trawangan saya putusin untuk sewa sepeda per jam kalau tidak salah Rp 15.000,- lumayan mahal sih tapi bisalah buat keliling-keliling pulau biar gak keliatan kali jomblonya.
Jam menunjukkan baru pukul 10.00 WIT tapi saya merasa sudah puas mengelilingi Gili Trawangan bahkan sudah berjemur ala bule-bule di pantai Gili Trawangan dan saya memutuskan untuk balik ke Mataram dan melanjutkan perjalanan sendirian ke Sembalun,
Ya Sembalun destinasi gagal kemarin namun harus berhasil kali ini.
Gili Trawangan
Penyewaan sepeda di Gili Trawangan

Kapal yang mengangkut penumpang ke Gili Trawangan

Dengan kecepatan rata-rata 75 km/ jam saya pacu motor dengan semangat dan seperti kebiasaan saya yang sudah-sudah saya selalu ingin cepat cepat dan cepat dan sampailah saya di kawasan Taman Wisata Pusuk Sembalun, mulai dari kawasan ini saya gak berhenti-berhenti untuk berdecak kagum sambil bersyukur betapa besarnya Indonesia, betapa indahnya Indonesia betapa besarnya Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, tak jarang sesekali saya mengucapkan “subhanallah” dengan spontan menandakan  betapa takjubnya saya dengan ciptaanNya. 

Sebelumnya saya sudah tanya-tanya ke om google tentang destinasi wisata apa aja yang bisa saya dapet kalau mengunjungi sembalun dan sekitarnya dan pertama lokasi yang saya kunjungin adalah air terjun mangkusakti, yes motor pun saya belokkan ke kiri ke arah air terjun mangkusakti dan dari simpang jalan aspal ke lokasi parkir air terjun mangkusakti sekitar 40 menit. Perjalanan ke Air terjun mangkusakti gak berhenti disitu bro setelah melalui sekitar 40 menit ke dalam dengan jalan yang luar biasa sempit dan rusak berbalut tanjakan tibalah saya di parkiran dan dari parkiran harus berjalan kaki lagi sekitar 15 menit ke lokasi air terjun mangkusakti, bayangin aja saya berjalan sekitar 15 menit tanpa ketemu siapapun di hutan-hutan walaupun saya sempat takut dan khawatir bukan karena apa saya khawatir ketemu hewan buas seperti kucing, jangkrik dll (lah itu mah lucu).

Sampai di mangkusakti hanya ada sekitar 6 orang disana yah lumayan sepi di luar perkiraan saya dan saya kurang beruntung karena air terjun sedang tak bagus warnanya tapi alhamdulillah bisa sampai. Singkat cerita sampailah saya di parkiran motor kembali bersiap pulang tapi seperti pepatah mengatakan kalau rezeki enggak kemana, tanpa sengaja saya bertemu dengan seorang anak muda lokal yang sedang mengantarkan wisatawan dari Malalaysia ke air terjun mangkusakti sebut saja namanya Mr. L (kepanjangan dari Lupa saya benar-benar lupa), saya dan Mr. L pun terlibat sebuah diskusi ringan namun terkesan sangat penting tentang dunia pariwisata dan gunung sampai akhirnya Mr. L tanya saya “setelah ini mau kemana?” 

Saya jawab “ mau ke Bukit Pegangsingan, menikmati desa sembalun, wisata strauberry, ke Bukit selong sekaligus Desa purba di daerah sembalun” kemudian Mr. L tanya lagi “bermalam di Sembalun ? nginap dimana ?” jawab saya “ iya bang, belum tau ni mau nginap dimana niatnya sih di rumah warga sekitar bang” Mr. L kemudian mengeluarkan kata-kata mutiara yang sangat saya nantikan kurang lebih begini “nginap di rumah saya aja, mau? Kan seru bermalam di kaki rinjani nanti sekalian saya anterin ke bukit pegasingan dan wisata sekitara sembalun” tanpa basa basi apalagi nolak saya langsung jawab “ok bang siap, makasih ya bang saya terimakasih tawarannya” wahaha saya mah kali ini gak pakai segan gak pakai malu gak pakai bas basi kawatir Mr. L berubah pikiran (abang orangnya kayak gitu dek).

Sore menjelang magrib saya sudah di basecamp Mr. L sekaligus rumahnya ternyata Mr. L (usianya di bawah saya 2 thn an) tinggal terpisah dengan orangtuanya dan Mr. L sedang merintis sejenis travel agen untuk pendakian rinjani dan wisata sembalun, sore ini saya di tawarkan untu melihat sunset dari rumah pohon dan kebun tempat mangkalnya Mr. L dkk, malamnya sebelum tidur sekalian berkeliling desa kami sempatkan untuk membeli beberapa keperluan dan bahan makanan untuk pendakian Bukit pegasingan besok subuh.
Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim

Air Terjun Mangkusakti


Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim


Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim


Walau subuh ini terasa lebih berat dari subuh-subuh lainnya (disamping harus bangun jam 4 pagi) cuaca Sembalun yang begitu dingin sedikit mengendorkan semangat saya tetapi ternyata semangat saya lebih kuat dan hangat  dari rasa lelah dan dingin ini , pendakian di mulai tentunya sesuatu yang menakjubkan sudah menunggu kami diatas sana.  Sebenernya saya sudah terbiasa mendaki tapi tidak bersama expert seperti Mr. L ini dan pendakian kali ini sebenernya berdekatan dengan event Jogja Marathon dimana saya akan berpartisipasi di kategori Half marathon ( 21 KM), di karenakan moment nya pas saya sampaikan ke Mr. L “ bang kalau dakinya mau cepat-cepat silahkan aja, saya akan coba ikuti, gak usah kawatir saya juga sekalian latihan Half Marathon” eh ternyata gara-gara sombong, untuk pertama kalinya dalam hidup saya mendaki, saya se drop itu sampai mata berkunang-kunang dan hampir aja pingsan walau terseok seok dan penuh drama akhirnya kami tiba di puncak sebelum sunrise Alhamdulillah  kembali terucap syukur dari lisan saya atas segala yang sudah saya terima ata segala kebaikan Sang Pencipta.
Sunrise pagi ini adalah salah satu sunrise terbaik yang pernah saya lihat apalagi jika menoleh ke kanan kita akan di suguhkan dengan pemandangan Gunung Rinjani yang begitu indah, ah pokoknya saya bahagia saya puas, saya menikmati setiap tetes darah dalam hidup saya alhamdulillah.
Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim

Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim




Turun bukit Pegasingan perjalanan berlanjut ke Bukit selong sekaligus Desa purba atau menurut cerita Desa pertama di kawasan kaki Gunung Rinjani. 
Akhirnya perjalanan saya di Sembalun pun selesai dan bersiap untuk balik ke Kota Mataram bertemu dengan Wahyu untuk berpamitan , mengembalikan pinjaman motor dan bertemu Yuchita yang nantinya akan mengantarkan saya ke Bandara di hari tu juga.
Saya berpamitan dengan Mr. L dkk untuk kembali ke Mataram lanjut ke Surabaya sambil menyalamkan sedikit uang sebagai ucapan terimakasih. Terimakasih banyak atas jamuan, bantuan dan kebaikannya,  Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan memberikan yang terbaik untuk saya dan kalian semua, amin.  Sekian tentang Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim silahkan baca juga artikel perjalanan menarik lainnya ya.
Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim
Puncak Dewi Anjani ( Rinjani yang begitu Indah)

Perjalanan ke Lombok Dengan Biaya Minim
Puncak Bukit Pegasingan
Menikmati sunrise di Puncak Bukit Pegasingan




Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

7 komentar

  1. perjalanannya cukup panjang dan melalahkan juga yaa .
    jadi dari yang aku baca tips mau liuran ke luar kota carilah teman dan akrablah biar bisa dapat perjalanan murah nan meriah...

    tapi tergantung kita juga kali ya

    BalasHapus
  2. ternyata jalan jalan ke Lombok bisa ga mahal ya O.O

    BalasHapus
  3. Saya paling suka jika ada yang membahas perjalanan dengan harga minim. apalagi ke lombok yang belum pernah saya jelajahi

    BalasHapus
  4. Bisa bisa nya vick lupa nama orang yg udh ngasih nginep gratis + nemenin jalan-jalan haha. Overall seruu. Bisa dicoba nih itin nya.

    BalasHapus
  5. Bisa bisa nya vick lupa nama orang yg udh ngasih nginep gratis + nemenin jalan-jalan haha. Overall seruu. Bisa dicoba nih itin nya.

    BalasHapus